Minggu, 11 Oktober 2015

Puisi


MATA

Sumber Inspirasi terbesar ada padamu
Tak ada kreatifitas yang tercipta tanpamu
Tak akan bisa aku melihat keindahan cakwarala ini tanpamu
Tak akan ada yang bisa mensyukuri kekuasaanNya jika tanpamu

Apalah arti keindahan semua ini? Jika tanpamu?
Sungguh kau adalah ciptaanNya yang sangat spesial
Bagaimana bisa aku tidak menjagamu?
Sedang kau adalah ciptaanNya nan elok?


RUMAH

Dimana aku berlindung dari kekejaman dunia ini?
Dimana aku akan tertawa riang bersama orang yang aku sayangi?
Dimana aku akan menghabiskan hidupku?
Jika tak ada dirimu?

Engkau adalah perisai terkuat bagiku
Panas hujan, Badai topan
Kau tetap berdiri kokoh disana
Engkaulah tempat ku menetap sampai akhir menutup mata

CAKRAWALA

Keindahanmu tak tertandingi apapun
KekuasaanNya lah yang membuatmu seperti ini
Sejauh mata memandang, hamparan rumput terbentang
Sejauh mata memandang, laut biru mengombang

Pesonamu membuat sejuta mata terpaku
Berdiri kaku mensyukuri kekuasaanNya
Sejauh mata memandang, awan putih mengambang
Sejauh mata memandang, air sungai mengalir tenang





Kamis, 08 Oktober 2015

Cerpen genre : kekeluargaan dan semangat

CRAYON IMPIAN FIRDA

            Perkenalkan, namaku Firda. Aku suka sekali menggambar dan mewarnai. Sejak kecil aku suka menggambar dan mewarnai. Entah itu di lantai, dinding, kertas, bahkan baju. Sayangnya, Ibuku tidak pernah mendukung hobiku ini. Katanya menggambar dan mewarnai membuat pakaianku kotor dan membuatku lupa diri. Tetapi, walaupun ditentang keras oleh Ibu, aku tetap suka menggambar dan mewarnai. Itu semua karena kakakku Firas, mendukung penuh hobiku ini. Hasil menggambar dan mewarnaiku bagus katanya. Diam-diam, setiap pulang sekolah, kakakku sering mengajakku ke danau yang berada tak jauh dari rumah. Dia sering menyuruhku menggambar pemandangan sekitar danau atau pun menggambar dirinya.
            Pada suatu hari, saat setelah pulang sekolah, aku melihat spanduk iklan crayon dekat sekolahku. Saat aku melihatnya, aku langsung mempunyai keinginan untuk memilikinya. ‘Crayon ini halus, tidak menghasilkan banyak debu, warna yang dihasilkan juga sangat bagus. Cocok untuk anda yang gemar mewarnai lukisan.‘. Itu isi dari spanduk crayon yang aku baca. Tetapi sayangnya harga crayon itu sangat mahal. Tidak mungkin Ibu mau membelikan crayon itu untukku.
            Malam harinya, setelah aku selesai mengerjakan tugas sekolah, aku menuju ke kamar kakakku. ‘ Tok tok tok ‘ aku mengetuk pintu kamar kakakku. Setelah beberapa detik, pintu kamar itu terbuka dan muncul lah wajah kakakku dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Aku pun masuk ke dalam kamarnya, 
“ Ada apa kamu ke kamar kakak Fir? Tidak biasanya? “, tanyanya.
“ Tidak aku hanya ingin menceritakan sesuatu pada kakak. “, jawabku.
“ Cerita tentang apa? Ceritalah. “, balasnya.
“ Begini, tadi saat aku dalam perjalanan menuju rumah setelah pulang sekolah, aku melihat ada spanduk iklan yang mempromosikan crayon terbaru. Crayon itu halus, tidak mengeluarkan banyak debu, warna yang dihasilkan juga sangat bagus. Cocok untuk orang-orang yang suka mewarnai seperti aku. Aku sangat ingin memiliki crayon itu tetapi, harganya sangat mahal. Menurut kakak bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan crayon itu tanpa harus minta ke Ibu? “, ceritaku panjang lebar.
Kakakku tampak sedang berfikir sejenak hingga akhirnya dia menjetikkan jarinya tanda mendapat ide yang bagus 
“ Bagaimana kalau kau jual hasil-hasil gambar mu yang menurutmu paling bagus? “, serunya bersemangat.
“ Tapi, jual ke siapa? Apakah ada yang ingin membeli gambarku? “, tanyaku putus asa.
“ Kita mulai dari teman-teman sekolahmu. Kau suka menggambar anime bukan? Nah, gambar-gambar anime mu itu kau poles saja jika masih ada yang kurang agar terlihat lebih menarik. Atau kau gambar poster lalu kau jual! “, jawab kakakku.
Sejenak aku berpikir, menimbang-nimbang kemungkinan lakunya gambar-gambarku itu. Akhirnya aku setuju dengan ide kakakku. Aku pun kembali ke kamar ku untuk memilih-milih gambar ku yang kira-kira laku saat aku jual.
            Esoknya, saat aku tiba di kelas, aku mencoba untuk menjual gambarku. Mulai dari teman sebangkuku, Dhara. Saat aku tawarkan gambar anime, dia langsung antusias melihatnya karena kebetulan dia pencinta anime. Akhirnya dia membeli 2 gambar ku yang kujual seharga Rp,- 3.000,00 per gambar. Lalu aku berlanjut ke teman-teman sekelasku dan untungnya banyak yang berminat terhadap gambar ku sehingga penjualan hari pertama sukses walaupun ada beberapa anak yang mencemoohku karena kegiatan menjual gambar yang aku lakukan.
            Sesampainya di rumah, aku segera menghitung hasil penjualan gambarku di hari pertama ini. Tadi aku membawa sekitar 15 buah gambar, berarti hasil yang ku dapat sekitar Rp,- 45.000,00. Saat aku hitung hasilnya, ternyata pas ada Rp.- 45.000,00. Huhh syukurlah uangnya tidak tercecer atau hilang. Tiba-tiba, pintu kamarku diketuk berkali-kali. Aku tahu pasti itu kak Firas. Aku segera membukakan pintu kamarku dan menyuruh kak Firas untuk masuk. 
“ Bagaimana penjualan di hari pertama? Apakah sukses? “, ujarnya.
“ Hahh syukur Alhamdulillah kak, gambarku laku semua. Aku membawa sekitar 15 buah gambar dan semuanya laku terjual . Jika aku menjualnya dengan harga Rp,- 3.000,00 per gambar tidak masalah kan? “, balasku. Kak Firas hanya membalasku dengan senyum gembira serta acungan jempol.
            Setelah beberapa hari aku berjualan gambar, tak disangka uang yang telah terkumpul sudah mencapai Rp,- 270.000. Karena kurasa uang itu sudah lebih dari cukup untuk membeli krayon  itu. Walaupun masih ada beberapa orang yang memesan gambarku hihih. Lumayan buat tabungan .
            Pada suatu hari, saat Ibuku sedang tidak berada di rumah, aku dan kakakku diam-diam pergi ke sebuah toko buku besar yang letaknya berada agak jauh dari rumah. Sesampainya di sana, aku segera mengambil crayon yang aku incar itu dan 2 buah buku gambar ukuran A3. Setelah membayar di kasir, aku dan kakakku segera pulang, karena takut jika Ibu sudah pulang.
            Sesampainya di rumah, karena terlalu asyik bersenda gurau, saat sampai di ruang tamu, kita berdua mendapati Ibu yang sedang terduduk di kursi tamu sambil membaca majalah. 
“ Dari mana saja kamu Firas, Firda? Hmm? “, tanya Ibuku dengan tenang tetapi nadanya tetap tegas.
Aku yang sedang menenteng kantung plastik berisi crayon dan buku gambar, langsung menyembunyikan di balik punggung sambil menunduk.
“ Ibu pergi dan kalian berani meninggalkan rumah hanya untuk membeli barang-barang tidak berguna itu?! “, bentaknya sambil membanting majalah itu ke meja.
“ Bu, kapan sih Ibu mau mendukung hobi Firda? Firda itu punya bakat bu. Ibu tidak pernah kan melihat hasil-hasil gambar Firda? Seharusnya sebelum menentang hobi Firda, Ibu lihat dahulu kemampuan Firda dalam menyalurkan hobinya. “, kak Firas berusaha membela ku.
 “ Oh jadi sekarang kamu berani melawan perkataan Ibu? Dirumah ini, jika Ibu bilang tidak ya tidak! “, balas Ibu kesal sambil menyambar plastik yang aku sembunyikan di balik punggung lalu ia bergegas keluar.
“ Bagaimana ini kak? Plastik berisi crayon dan buku gambar itu telah dirampas oleh Ibu. Aku takut kantung itu akan dibuangnya. “, tanyaku pada kak Firas. Kak Firas hanya membalas dengan menggedikkan bahunya.
            Esok harinya, aku sekolah seperti biasanya. Tetapi kali ini aku sekolah dengan wajah murung karena kejadian kemarin. Aku harus mulai untuk berjualan gambar lagi untuk membeli crayon incaran ku lagi. 
“ Kenapa murung Fir? Kalau kamu ada masalah cerita sama aku. “, tanya Dhara saat aku meletakkan tasku di bangkuku.
“ Crayon aku dirampas oleh, Dhar. “, balasku.
“ Bagaimana bisa? Kau ketahuan membeli crayon oleh ibumu? “, tebak Dhara
“ Iya. Lalu Ibu marah besar dan ya.. begitulah.. kamu pasti tahu. “, ujarku. Dhara hanya mengangguk-anggukan kepalanya sambil mengusap bahuku mengisyaratiku untuk bersabar.
Dirumah saat Firda masih di sekolah, Ibunya sedang merapikan kamar Firda yang sedikit berantakan. Saat Ibunya merapikan meja belajar Firda, ia menemukan sebuah map yang berisikan sangat banyak kertas. Karena saking tebalnya isi map, ia penasaran dan membukanya. Tiba-tiba kertas-kertas yang berada dalam map berhamburan ke lantai, terjatuh. Sejenak Ibunya melihat-lihat isi kertas-kertas tersebut sambil terpana. Isi kertas pertama yang ia lihat adalah gambar sebuah pemandangan yang sangat indah seperti di potret menggunakan kamera. Isi kertas kedua adalah gambar seorang wanita tengah duduk di sebuah kursi yang ia yakini bahwa wanita itu adalah dirinya karena wajah yang tergambar di sana sangatlah mirip dengan wajahnya. Isi kertas ketiga adalah gambar seorang laik-laki yang sedang membaca buku di tepi sebuah danau yang ia yakini bahwa laki-laki itu adalah Firas anak nya karena wajah yang tergambar sangat mirip dengan wajah Firas. Hingga ia melihat isi kertas terakhir yang berisi tulisan graviti bertuliskan ‘ Aku rindu pada ayahku tercinta. Seandainya ada ayah tadi pasti ia membelaku dari bentakan ibu MISS YOU DAD ‘ sejenak ibunya diam terkaku dan tiba-tiba ia menitikkan air mata dan segera dihapusnya karena terdengar suara salam Firda dari luar tanda ia sudah pulang.
            ” Assalamualaikum, Ibu aku pulang! “, salamku saat sampai rumah. Aku heran biasanya saat aku pulang ibu ada di ruang tv sedang menonton televisi tetapi kali ini ibu tidak ada dan tidak menjawab salamku, ibu di mana ya? Tiba-tiba ibu keluar dari kamarku dan langsung memelukku dengan erat.
 “ Firda, maafkan Ibu ya, Ibu sudah berkali-kali menentang bakat mu. Maafkan Ibu ya nak. Ibu berjanji tidak akan menentang bakatmu lagi. “, ujar Ibu tiba-tiba sambil menangis. Aku segera melepas pelukan Ibu dan bertanya
“ Ada apa ibu? Mengapa Ibu minta maaf padaku? “, 
“ Ibu sudah melihat gambar-gambar mu Fir, ternyata gambar mu sangat indah Fir. Ibu bangga padamu nak. “, jelasnya. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum dan kembali berpelukkan dengan Ibu. Diam-diam kak Firas ada di ambang pintu menyaksikan adeganku dengan Ibu sambil tersenyum dan mengacungkan jempolnya kepadaku.
            Seminggu setelah kejadian itu, Ibu membelikan aku perkakas menggambar dan mewarnai dengan sangat lengkap karena aku menjadi juara satu di kelas semester ini dan karena ia berjanji akan mendukung penuh bakatku ini . Saat kak Firas sedang mengambilkan crayon incaranku, ia tiba-tiba berlari kencang ke arahku dan Ibu yang sedang berada di bagian kertas gambar.
“ Ibu! Firda! Perusahaan crayon ini sedang mengadakan lomba menggambar dan mewarnai! Dengan tema alam! Bagaimana jika Firda ikut? Lagipula hadiahnya juga sanagt keren! “, ujarnya.
“ Benarkah? Ya sudah Firda, kamu ikut saja lomba itu! Ibu mendukung penuh jika kamu bersedia . “, ujar Ibu tiba-tiba. Aku hanya mengangguk senang.
            Saat aku mengikuti lomba itu, aku lebih sering keluar rumah untuk menuju danau bersama kak Firas untuk menggambar pemandangan disekitar danau dan tambahan kak Firas yang sedang duduk di atas rerumputan sekitar danau sebagai model dari objek gambarku ini. Akhirnya seminggu kemudian gambar ku sudah benar benar selesai dan segera dikirim ke alamat perusahaan crayon itu.
            Tiba saatnya pengumuman pemenang lomba diumukan. Aku sangat gugup karena sainganku sangat banyak dan berat. Saat pembawa acara mengumumkan pemenangnya aku sangat bahagia karena pemenangnya adalah aku! Betapa senangnya aku, Ibu, dan kak Firas.

-TAMAT-

Rabu, 07 Oktober 2015

Perkenalan dulu dong sama bloggernya :D

Halo

Selamat datang para pembaca blog ku :) Selamat menikmati blog ini ya :'v
Oh ya, sebelumnya aku ingin memperkenalkan diriku terlebih dahulu.
Nama lengkapku Cahya Addinia Tiffany, kalian bisa memanggilku Cahya.
Tujuanku membuat blog yaitu untuk membagi cerita-cerita yang aku miliki, mungkin jika pengunjung blog ini sudah cukup banyak kita bisa saling curhat..mungkin? disini aku juga akan mem-posting beberapa cerita yang berasal dari imajinasiku sendiri dan untuk kalian yang suka membaca cerita atau cerbung bergenre psycho, romance, horor atau campuran silahkan boleh kunjungi blogku ini dan KALO BISA *maksa :'v* kalian juga undang temen-temen kalian untuk datengin blogku ini. Insyaallah nanti setelah aku UTS (ini aku lagi UTS :v) aku akan mulai mem-posting cerita-cerita ku. Untuk postan lain selain cerita, mungkin aku akan mempost artikel-artikel tentang agama islam, tentang perempuan, hijab dll karena kebetulan aku hijabers :D . Selain artikel tentang diatas, aku masih bingung akan mempost apa lagi karena aku blogger baru disini, jadi mungkin kalian bisa usul di komentar nanti ok? Oh ya yang bisa berbahasa Jerman disini, nanti ajarin aku ya karena aku pengen banget belajar bahasa Jerman.

Sekian, salam kenal semua!

Danke!

Cahya